Kolom Senggang #1

Kolom Senggang #1

//2022 Agustus 04

____________________________________

Ada beberapa ketakukan yang aku rasa menghantuiku ketika malam hari sudah memasuki waktu jam kerjanya. Pertama, hiruk pikuk. Kerumunan suara para orang-orang yang duduk berkoloni di setiap meja warung kopi, menatap aneh secara serentak bak melintasi gerbang neraka dengan sambutan para iblis terkutuk yang sudah mendiami tempat itu berabad-abad lampau. Lalu, sunyi senyap. Ketika pulang, melepas penyuara telinga yang selalu menyumbat telinganya dengan lantunan musik antahbrantah dan sunyi senyap perlahan hadir tanpa basa basi, saat itulah ia mulai merasakan, rusuhnya kilas balik visual apa yang ia telah lalui seharian. Untaian rekam jejak yang membuatnya takut akan terlelap, takut kerusuhan tadi akan menjadi-jadi dan obrak abrik bunga tidurnya.

Waktu sudah menunjukan pukul tiga pagi, perlahan ia mulai tenang, riuh para kesunyian pun perlahan menghilang digantikan dengan sayup lelahnya mata.

Tanpa konklusi apapun, hari-hari tetap terjalani, kesialan mungkin tak dapat dihindari, namun harapan untuk baiknya hari pun memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan skor yang sama.

 

 

Nähdään!


Komentar